Bukan salah Anda jika Anda termasuk yang berpikir bahwa satu-satunya hal yang harus dilakukan mobil sport adalah berlari kencang. Kalaupun tidak hanya kencang, parameter lain yang mesti bisa dilakukan adalah berakselerasi kuat, bermanuver hebat dan indah dilihat. Di luar itu semuanya bisa dimaafkan.
Namun tidak bagi tim BMW Vision EfficientDynamics. Bagi mereka semua sifat alami mobil sport harus memiliki satu kelebihan lagi, efisiensi bahan bakar tanpa cela.
Hasilnya adalah mobil hibrida yang semua komponennya didedikasi untuk performa tinggi sekaligus hemat energi. Adalah i8 sang sporstcar tersebut yang merupakan saudara kandung dari i3 sebagai keluarga baru seri i BMW. Di Indonesia International Motor Show 2014 lalu, PT BMW Indonesia memamerkan i8 dan kami beruntung bisa selangkah lebih dekat untuk mengenal i8.
Tubuh i8 yang indah itu dirancang demi kepentingan aerodinamika. Pun terbuat dari material komposit carbonfibre-plastik yang tak hanya kuat namun luar biasa ringan.
Format pintu gunting adalah identitas lain i8 yang memberinya kesan kencang. Selain gaya, bukaan lebar dari pintu ini memberi akses luas untuk penumpang. Oh ya, i8 adalah sportscar 2+2 jadi ia bisa menampung 4 penumpang. Meski sebaiknya penumpang di baris kedua bukanlah orang dewasa karena ruangnya yang terbatas.
i8 adalah mobil masa depan namun hebatnya desain interior jauh dari kesan rumit. Peletakan tuas, simbol dan pengoperasian sangat intuitif bahkan tanpa manual book sekalipun.
Sebagai mobil hybrid, i8 memiliki 3 komponen dapur pacu; motor listrik, baterai dan mesin bakar. Motor listrik di bagian depan didedikasikan untuk menggerakkan roda depan. Saat menggunakan mode elektrik sepenuhnya, mesin ini akan bekerja dengan tenaga 131 dk.
Kapasitas baterai 5,2 kWh mampu melajukan i8 dengan mode elektrik penuh sejauh 37 km di kecepatan 120 km/jam. Tenaga listrik untuk roda depan ini ditransfer via transmisi otomatis 2 percepatan.
Di bagian belakang, terdapat mesin bakar 3 silinder berkapasitas 1.499 cc. Mesin kompak berturbo ini layak disebut karya seni karena mampu merilis 231 dk dan torsi 320 Nm. Mesin ini hanya menggerakkan roda belakang melalui transmisi otomatis 6 percepatan. Dalam kinerjanya, ia masih dibantu motor listrik berkekuatan 15 dk. Mereka bahu membahu terutama saat berakselerasi kuat.
Ditotal, tenaga keseluruhan i8 ada di angka 362 dk. Dan itu sungguh luar biasa karena setara dengan umumnya mesin 6.000 cc normally aspirated tradisional. BMW pun berani mengklaim bahwa kecekatan i8 tercermin dari akselerasi 0-100 km/jam yang tuntas dalam 4,4 detik – hanya terpaut 0,3 detik dari klaim BMW M3.
Jika itu belum impresif maka lihat catatan konsumsi BBM-nya. Di rute kombinasi i8 ini sanggup berjalan dengan kehematan 2,1 l/100 km. Itu ekual dengan 47,6 km/l. Luar biasa, jika itu benar.
Di tengah hiruk pikuk pameran otomotif terbesar di Indonesia kami sempat menyalakan mesinnya. Setelah tombol start ditekan, semua indikator pun menyala termasuk AC yang hidup dengan temperatur sangat dingin. Hanya bedanya ia tidak mengelurkan getaran atau suara sama sekali karena masih motor listriknya yang bekerja.
KELEBIHAN BMW i8:
i8 – seperti i3 adalah metode lain BMW dalam membuat mobil. Mereka merupakan pelopor dalam penerapan teknologi baru. Di ranah sportscar, bukan tidak mungkin yang Anda lihat di i8 ini akan terjadi di banyak mobil sports BMW masa depan.kelebihan mobil satu ini adalah Plug-in-hybrid yang bisa di-charge di rumah atau stasiun pengisian tenaga baterai
i8 – seperti i3 adalah metode lain BMW dalam membuat mobil. Mereka merupakan pelopor dalam penerapan teknologi baru. Di ranah sportscar, bukan tidak mungkin yang Anda lihat di i8 ini akan terjadi di banyak mobil sports BMW masa depan.kelebihan mobil satu ini adalah Plug-in-hybrid yang bisa di-charge di rumah atau stasiun pengisian tenaga baterai
| SPESIFIKASI |
| Porsche Panamera S Hybrid Mesin: 2.995 cc, 6 silinder supercharger, motor listrik 380 dk 0-100 km/jam: 6 detik (klaim) Harga: By request + Ruang lebih lega, bagasi besar, sudah dijual di Indonesia - Performa, efisiensi, desain |

0 komentar:
Posting Komentar